Senin, 18 November 2013

AKUNTANSI UNTUK PERUSAHAAN MANUFAKTUR



AKUNTANSI UNTUK PERUSAHAAN MANUFAKTUR#1
Karakteristik Perusahaan Manufaktur

Perusahaan manufaktur (manufacturing firm) adalah perusahaan yang kegiatannya mengolah bahan baku menjadi barang jadi kemudian menjual barang jadi tersebut. Kegiatan khusus dalam perusahaan manufaktur adalah pengolahan bahan baku menjadi barang jadi. Kegiatan ini sering disebut proses produksi. Kegiatan produksi, apabila digambarkan akan nampak seperti di bawah ini:
Description: http://www.crayonpedia.org/wiki/images/3/3d/Purno218.jpg
Bidang akuntansi yang menangani masalah produksi disebut akuntansi biaya (cost accounting). Tujuannya, menetapkan beban pokok produksi barang jadi. Bab ini akan membahas sesuai ruang lingkup yang telah disebutkan, yakni penetapan beban pokok produksi. Titik berat pembahasan masih diletakkan pada pengenalan terhadap proses akuntansi dan laporan khusus untuk perusahaan manufaktur.

Masalah Khusus Perusahaan Manufaktur

Dibandingkan dengan perusahaan dagang, masalah khusus dalam akuntansi perusahaan manufaktur adalah persediaan, biaya pabrikasi (manufacturing costs), biaya produksi dan beban pokok produksi.





Persediaan (Inventory)

Berdasarkan perusahaan dagang, dalam perusahaan manufaktur biasanya terdiri dari tiga macam, yakni:
1. Persediaan bahan baku (raw materials inventory)
2. Persediaan barang dalam proses (work in process inventory)
3. Persediaan barang jadi (finished goods inventory)
Persediaan bahan baku melaporkan harga pokok bahan baku yang ada pada tanggal neraca. Bahan baku adalah barang-barang yang digunakan dalam proses produksi. Persediaan dalam proses terdiri dari biaya bahan baku dan biaya-biaya manufaktur lain yang telah terjadi untuk memproduksi barang yang belum selesai. Untuk menyelesaikannya masih diperlukan tambahan biaya. Persediaan barang jadi terdiri dari total biaya pabrik untuk barang-barang yang telah selesai diproduksi, tetapi belum dijual. Sebuah perusahaan manufaktur dengan demikian harus menyediakan tiga perkiraan untuk persediaan.

Biaya Manufaktur (Manufacturing Cost)

Biaya-biaya yang terjadi dalam perusahaan manufaktur selama suatu periode disebut biaya manufaktur (manufacturing cost), atau lebih dikenal dengan biaya pabrik. Biaya ini digunakan untuk menyelesaikan barang yang masih sebagian selesai di awal periode, barang-barang yang dimasukkan dalam proses produksi periode itu dan barang-barang yang baru dapat diselesaikan sebagian di akhir periode. Pada dasarnya biaya pabrik dapat dikelompokkan menjadi:
a. Biaya bahan baku (raw materials cost) yaitu biaya untuk bahan-bahan yang dapat dengan mudah dan langsung diidentifikasikan dengan barang jadi. Contoh bahan baku adalah kayu bagi perusahaan mebel atau tembakau bagi perusahaan rokok.
b. Biaya tenaga kerja lansung (direct labor cost) adalah biaya untuk tenga kerja yang menangani secara langsung proses produksi atau yang dapat diidentifikasikan langsung dengan barang jadi. Contoh buruh langsung adalah tukang kayu dalam perusahaan mebel atau pelinting rokok dalam perusahaan rokok (Sigaret Kretek Tangan = SKT).
c. Biaya overhead pabrik (overhead cost) adalah biaya-biaya pabrik selain bahan baku dan tenga kerja langsung. Biaya ini tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan barang yang dihasilkan.
Contoh biaya overhead pabrik adalah:
(1) bahan pembantu (kadangkadang disebut: bahan tidak langsung (indirect materials) misalnya perlengkapan pabrik (mur, baut dan pelitur dalam perusahaan mebel);
(2) tenga kerja tidak langsung (indirect labor) yaitu tenaga kerja yang pekerjaannya tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan barang yang dihasilkan, misalnya gaji mandor;
(3) pemeliharaan dan perbaikan (maintenance and repair);
(4) listrik, air telepon dan lainlain.


Ketiga jenis biaya manufaktur ini dapat dihubungkan dan dilihat keterkaitannya dengan memperhatikan bagan yang diilustrasikan di bawah ini.
Description: http://www.crayonpedia.org/wiki/images/8/89/Purno219.jpg

Biaya Produksi (Production Cost) dan Biaya Periode (Period Cost)

Biaya produksi (production cost) adalah biaya yang dibebankan dalam proses produksi selama suatu periode. Biaya ini terdiri dari persediaan barang dalam proses awal ditambah biaya pabrikasi (manufacturing cost), kemudian dikurangi dengan persediaan barang dalam proses akhir. Biaya pabrikasi adalah semua biaya yang berhubungan dengan proses produksi. Tiga komponen biaya yang terdapat dalam biaya produksi adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead. Biaya overhead adalah semua biaya pabrikasi (semua biaya yang terkait dengan proses produksi) yang bersifat tidak langsung, termasuk biaya-biaya yang dibebankan pada persediaan dalam proses pada akhir periode. Biaya overhead ini  seringkali tidak dapat diatribusikan/dilekatkan pada masing-masing unit produk yang dikerjakan secara spesifik. Karena biaya ini biasanya dinikmati bersama selama proses produksi berlangsung. Dalam situasi tertentu dapat pula disebut sebagai biaya bersama (common cost). Biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung sering pula disebut sebagai biaya utama (prime cost), yaitu biaya yang merupakan komponen utama dari produk yang dibuat dan dapat dengan mudah diatribusikan pada masing-masing unit produk yang dikerjakan atau dibuat. Biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead sering pula disebut sebagai biaya konversi (conversion cost), yaitu biaya yang dikeluarkan atau terjadi sehingga bahan baku dapat diubah menjadi produk jadi.
Kelompok biaya lain selain biaya produksi adalah biaya periode (period cost), yaitu biaya nonpabrikasi yang dikeluarkan atau terjadi selama periode berjalan dalam rangka operasional perusahaan. Biaya ini dapat dibagi menjadi dua kelompok, yakni beban penjualan atau pemasaran dan beban-beban administratif. Klasifikasi biaya yang berbeda-beda ini dilakukan agar dapat mengukur kinerja atau prestasi masing-masing bagian secara lebih fair. Kata lainnya adalah, alokasi yang tepat akan dapat meningkatkan pertanggungjawaban masingmasing bagian. Sehingga sebuah beban, bisa jadi teralokasikan ke dalam pos-pos yang berbeda walaupun jenisnya sama. Beban depresiasi komputer, misalnya, bisa jadi merupakan kelompok biaya overhead, jika komputer tersebut berada di atau dipergunakan untuk kegiatan oleh departemen produksi. Mungkin juga merupakan beban pemasaran/penjualan jika komputer tersebut dimanfaatkan oleh bagian tersebut. Atau boleh jadi pula beban depresiasi komputer tersebut merupakan kelompok beban adminstratif jika komputernya digunakan oleh bagian kantor atau administrasi. Oleh karena itulah kita harus dapat mengklasifikasikan setiap beban ke dalam kelompok biaya yang tepat karena berdasarkan laporan tersebut kinerja suatu bagian/seseorang akan diukur. 

Beban pokok produksi (Cost of Goods Manufactured)

Biaya barang yang telah diselesaikan selama suatu periode disebut beban pokok produksi barang selesai (cost of goods manufactured) atau disingkat dengan beban pokok produksi. Harga pokok ini terdiri dari biaya pabrik ditambah persediaan dalam proses awal periode dikurangi persediaan dalam proses akhir periode. Beban pokok produksi selama suatu periode dilaporkan dalam laporan harga produksi (cost of goods manufactured statement). Laporan ini merupakan bagian dari beban pokok penjualan (cost of goods sold).
Akuntansi Perusahaan Manufaktur
Seperti telah dijelaskan, siklus akuntansi meliputi tahap pencatatan dan tahap pengikhtisaran yang terdiri dari:
Tahap pencatatan
1. Pembuatan atau penerimaan bukti transaksi
2. Pencatatan dalam jurnal
3. Pemindahanbukuan ( posting ) ke buku besar
Tahap pengikhtisaran
4. Pembuatan neraca saldo
5. Pembuatan neraca lajur dan jurnal penyelesaian
6. Penyusunan laporan keuangan
7. Pembuatan jurnal penutup
8. Pembuatan neraca saldo penutup
9. Pembuatan jurnal balik

Bab ini tidak akan membahas tahap demi tahap siklus tersebut.
Pembahasan perusahaan manufaktur di sini lebih pada menguraikan tahap-tahap tersebut secara garis besar saja. Penekanan diberikan pada proses akuntansi untuk masing-masing akun/rekening/perkiraan perusahaan manufaktur (ketiga istilah ini dipakai seluruhnya, secara bergantian, sepanjang pembahasan dalam buku ini untuk menunjukkan bahwa ketiganya merupakan istilah yang lazim dipakai sehari-hari dalam praktik pada DU/DI). Namun demikian, tetap diharapkan bahwa pemaparan berikut ini telah mencakup semua pemahaman minimal yang diperlukan untuk dapat menjalankan proses akuntansi pada sebuah perusahaan manufaktur.

Bahan Baku (Raw Materials)

Pembelian bahan baku, seperti halnya perusahaan dagang, dicatat dalam buku pembelian (untuk pembelian kredit) dan buku pengeluaran kas (untuk pembelian tunai). Pembayaran hutang yang bersangkutan dicatat dalam buku pengeluaran kas. Di buku besar, pembelian bahan baku dicatat dalam rekening pembelian dan rekening-rekening lain yang berhubungan, misalnya potongan pembelian serta pembelian retur dan pengurangan harga. Pengeluaran bahan baku dari gudang untuk produksi tidak dicatat.
Jadi, seperti dalam perusahaan dagang, perkiraan persediaan bahan baku hanya digunakan untuk menampung ayat jurnal penyesuaian pada akhir periode. Jurnal penyesuaian dibuat untuk nilai persediaan yang ada di awal dan akhir periode. Sementara itu, nilai persediaan ditentukan dengan mengadakan penghitungan fisik. Jurnal penyesuaian untuk persediaan (awal dan akhir) dilakukan terhadap rekening Ikhtisar Beban pokok produksi.

Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor)

Pembayaran gaji kepada tenaga kerja langsung dicatat dalam buku pengeluaran kas. Dalam buku perlu disediakan perkiraan tersendiri untuk biaya buruh langsung. Pada akhir periode dibuatkan jurnal penyesuaian untuk upah yang masih belum saatnya dibayar. Pembebanan biaya buruh langsung dilakukan dengan mambuat jurnal penutup ke rekening Ikhtisar Beban pokok produksi.

Biaya Overhead Pabrik (Overhead)

Biaya ini terdiri dari berbagai jenis, misalnya: bahan pembantu, tenga keja tidak langsung, gaji, listrik, telepon, perlengkapan pabrik, pemeliharaan dan perbaikan, asuransi, penyusutan bangunan pabrik, penyusutan mesin-mesin pabrik, penyusutan kendaraan pabrik, penyusutan peralatan pabrik dan lain-lain. Untuk tiap-tiap jenis biaya dapat dibuatkan rekening tersendiri di buku besar. Atau, kalau ingin lebih sederhana, dalam buku besar hanya disediakan satu rekening saja yaitu biaya overhead pabrik sebagai rekening induk (sesungguhnya). Rincian biaya overhead pabrik ke dalam tiap-tiap jenis biaya dicatat dalam buku tambahan. Pembelian biaya overhead pabrik, misalnya pembelian bahan pembantu, dicatat dalam buku pembelian. Pembayarannya, dicatat dalam buku pengeluaran kas. Pembebanan biaya overhead pabrik ke dalam produksi dilakukan dengan membuat jurnal penutup atas rekening yang bersangkutan. Rekening lawanya adalah Ikhtisar Beban pokok produksi.

Persediaan dalam Proses ( Work in Process Inventory )

Proses produksi adalah kegiatan yang berlangsung terus menerus. Sementara itu, akuntansi harus melaporkan informasi keuangan secara berkala. Akibatnya, pada saat laporan keuangan harus dibuat, terdapat kemungkinan adanya sebagian barang yang belum selesai diproses. Walaupun demikian, biaya yang telah terjadi untuk barang itu, tetap harus dilaporkan. Inilah yang dicantumkan sebagai persediaan dalam proses. Untuk memperoleh beban pokok produksi barang yang telah selesai, biaya pabrik ditambah dengan nilai persediaan dalam proses di awal periode dan dikurangi dengan nilai persediaan dalam proses di akhir periode.
Pesediaan dalam proses, baik di awal maupun akhir periode diperoleh dengan jalan melakukan penghitungan phisik. Untuk sementara, jangan diperhatikan dahulu bagaimana menghitung nilai persediaan dalam proses. Yang perlu diketahui adalah bahwa nila ini terdiri dari biaya bahan baku, buruh langsung dan biaya pabrikase yang telah terjadi sampai dengan saat dilaporkan. Untuk mencatat nilai persediaan dalam proses, dibuatkan rekening yang diberi nama: “Persediaan dalam Proses”. Pada akhir periode dibuat jurnal penyesuaian untuk menghilangkan persediaan dalam proses awal dan membebankannya ke proses produksi. Sementara itu, jurnal penyesuaian lain untuk menimbulkan persediaan dalam proses yang ada pada akhir periode. Rekening lawan yang digunakan dalam jurnal penyesuaian tersebut adalah Ikhtisar Beban pokok produksi.
Di bawah ini (pada halaman berikut) diberikan ilustrasi tentang alur pembebanan biaya ke dalam proses produksi hingga pengakuan beban pokok penjualan. Alur ini digambarkan dalam bentuk hubungan di antara buku besar perkiraan-perkiraan yang terkait dengan proses produksi dalam sebuah perusahaan manufaktur. Kita dapat melihat di situ, apa saja perkiraan yang terkait dan harus dibuatkan jurnalnya selama proses produksi berlangsung, dan kapan masing-masing perkiraan tersebut harus didebitkan atau dikreditkan. Tentu saja, ilustrasi tersebut menggambarkan pencatatan yang harus dibuat ketika perusahaan menerapkan metode perpetual untuk persediaannya.









AKUNTANSI
UNTUK PERUSAHAAN PENGOLAHAN / MANUFAKTUR#2
 

 Perusahaan pengolahan / manufaktur: perusahaan yang mengolah bahan mentah (bahan baku) menjadi barang jadi.

 Klasifikasi persediaan pada perusahaan pengolahan :
Persediaan Bahan Baku
Persediaan Barang Dalam Proses
Persediaan Barang Jadi
Laporan Keuangan
Laporan Keuangan perusahaan manufaktur hampir sama dengan laporan keuangan perusahaan dagang. Perbedaannya terletak pada bagian Aktiva Lancar di Neraca dan Harga Pokok Penjualan di Laporan Rugi-Laba.
Neraca
Perbandingan Neraca Perusahaan Dagang dan Perusahaan Manufaktur:

Perusahaan Dagang
Neraca sebagian
31 Desember 2010

Perusahaan Manufaktur
Neraca sebagian
31 Desember 2010
Aktiva Lancar:


Aktiva Lancar:


Kas
Rp    1.000

Kas

Rp   1.200
Piutang (bersih)
     13.000

Piutang (bersih)

4.000
Persediaan Barang Dagangan
9.000

Persediaan:


Sewa Dibayar di Muka
   2.900

Barang Jadi
Rp 15.000


25.900

Barang Dalam Proses
18.000




Bahan Baku
9.000






42.000



Sewa Dibayar di Muka

1.600





48.800
Laporan Rugi-Laba
Perbandingan bagian Harga Pokok Penjualan di Laporan Rugi-Laba antara Perusahaan Dagang dan Perusahaan Manufaktur:




Perusahaan Dagang
Laporan Rugi-Laba sebagian
Periode Tahun 2010
Harga Pokok Penjualan:

Persediaan Barang Dagangan 1 Januari …………
Rp    10.000
(+) Pembelian Bersih …………………..……………
99.250
Barang Tersedia Untuk Dijual ………………………
Rp  109.250
(-) Persediaan Barang Dagangan 31 Desember …
9.000
Harga Pokok Penjualan …………………………….
Rp  100.250




Perusahaan Manufaktur
Laporan Rugi-Laba sebagian
Periode Tahun 2010
Harga Pokok Penjualan:

Persediaan Barang Jadi 1 Januari ………………….
Rp    12.000
(+) Harga Pokok Produksi (lihat skedul) ……………
688.000
Barang Tersedia Untuk Dijual ……………………….
Rp  700.000
(-) Persediaan Barang Jadi 31 Desember ………….
15.000
Harga Pokok Penjualan
Rp  685.000



Komponen yang berbeda digambarkan secara skematis sbb:

Perusahaan Dagang:
























  Persediaan Barang      +     Pembelian       -     Persediaan Barang     =    Harga Pokok
    Dagangan (Awal)                            Bersih                    Dagangan (Akhir)                Penjualan


Perusahaan Manufaktur:
 
  Persediaan Barang      +   Harga Pokok    -     Persediaan Barang      =    Harga Pokok
         Jadi (Awal)                       Produksi                     Jadi (Akhir)                      Penjualan



Pada perusahaan manufaktur diperlukan banyak rekening untuk menentukan harga pokok produksi, tetapi dalam Laporan Rugi-Laba hanya disajikan totalnya saja, sedangkan rinciannya disajikan dalam Skedul Harga Pokok Produksi.

Contoh Skedul Harga Pokok Produksi (merupakan lampiran Laporan Rugi-Laba di atas):

Skedul Harga Pokok Produksi
Tahun 2010

Persediaan Barang Dalam Proses 1 Januari …………………..

Rp   10.000
Ditambah:



Bahan Baku:



     Persediaan 1 Januari ………………..
Rp    5.000


     Ditambah: Pembelian ……………….
100.000


     Tersedia Dipakai …………..………...
      105.000           105


     Dikurangi : Persediaan 31 Desember
9.000


     Bahan Baku Dipakai ………………………………..
Rp 96.000

Biaya Tenaga Kerja Langsung …………………….….
     200.000

Biaya Overhead Pabrik:



     Tenaga Kerja Tidak Langsung ..……
Rp 50.000


     Listrik dan Air …………………………
140.000


     Bahan Habis Pakai Pabrik ………….
30.000


     Penyusutan Gedung Pabrik ………...
120.000


     Penyusutan Mesin …………………...
60.000


     Total Biaya Overhead Pabrik ………………………
400.000

Total Biaya Produksi tahun ini ……………………………………
696.000
Total Biaya Barang Dalam Proses …………………………………
706.000
Dikurangi:



Persediaan Barang Dalam Proses 31 Desember ……………..
18.000
Harga Pokok Produksi ………………………………………………
688.000




HARGA POKOK PRODUKSI
Biaya produksi atau Harga Pokok Produksi (Cost of Goods Manufactured) merupakan kumpulan dari biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh dan mengolah bahan baku sampai menjadi barang jadi.

Biaya-biaya tersebut terdiri dari:
Biaya Bahan Baku (disingkat BBB)
Biaya Tenaga Kerja Langsung ( disingkat BTKL)
Biaya Overhead Pabrik (disingkat BOP)
Biaya Bahan Baku
  Biaya Bahan Baku adalah harga perolehan (harga pokok) seluruh substansi / materi pokok yang terdapat pada barang jadi.
   Bahan baku merupakan bagian Barang jadi yang dapat ditelusur keberadaannya.
   Bahan baku pada sebuah pabrik dapat berasal dari Barang jadi pabrik yang lain.

Biaya Tenaga Kerja Langsung

  Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang memiliki kinerja langsung terhadap proses pengolahan barang, baik menggunakan kemampuan fisiknya maupun dengan bantuan mesin.
  Tenaga kerja langsung memperoleh kontraprestasi yang dikategorikan sebagai Biaya tenaga kerja langsung. Jadi, Biaya Tenaga Kerja Langsung adalah semua kontraprestasi yang diberikan kepada tenaga kerja langsung.

Biaya Overhead Pabrik

  Biaya Overhead Pabrik adalah biaya-biaya yang timbul dalam proses pengolahan, yang tidak dapat digolongkan dalam biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
   Biaya-biaya yang termasuk dalam biaya overhead pabrik, a.l.:
 Biaya tenaga kerja tidak langsung, seperti Upah pengawas, mandor, mekanik, bagian reparasi, dll
Biaya bahan penolong, yaitu macam-macam bahan yang digunakan dalam proses pengolahan, tetapi kuantitasnya sangat kecil dan tidak dapat ditelusur keberadaannya pada barang jadi.
 Biaya penyusutan gedung pabrik, Biaya penyusutan mesin, dll



SIKLUS AKUNTANSI

  Siklus akuntansi perusahaan manufaktur sama dengan siklus akuntansi perusahaan dagang.

   Akuntansi perusahaan manufaktur dengan sistem fisik:

 Rekening Persediaan Bahan Baku hanya digunakan untuk mencatat nilai bahan baku yang masih tersisa, baik di awal maupun akhir periode.

Transaksi pembelian Bahan baku tidak dicatat ke rekening Persediaan Bahan Baku, tetapi dicatat ke rekening Pembelian Bahan Baku, seperti terlihat pada jurnal berikut:

Mei
17
Pembelian Bahan Baku
Kas / Utang Dagang
Rp 100.000

Rp 100.000

ΓΌ Rekening Persediaan Barang Dalam Proses hanya digunakan untuk mencatat nilai barang yang masih dalam proses, baik di awal maupun akhir periode.

Rekening Persediaan Barang Jadi hanya digunakan untuk mencatat nilai barang jadi pada awal dan akhir periode.

  Jurnal penyesuaian untuk perusahaan manufaktur sama dengan jurnal penyesuaian untuk perusahaan dagang.

  Neraca Lajur untuk perusahaan manufaktur pada prinsipnya sama dengan neraca lajur untuk perusahaan dagang, tetapi ditambahkan kolom untuk skedul harga pokok produksi.

  Contoh Neraca Lajur Sebagian:
Perusahaan Manufaktur
Neraca Lajur sebagian
Periode tahun 2010
Nama Rekening
NSSD
Harga Pokok Poduksi
Laporan Rugi-Laba
Neraca
Debit
Kredit
Debit
Kredit
Debit
Kredit
Debit
Kredit
Persediaan Barang Jadi
  12.000



12.000
   15.000
15.000

Persed. Barang Dlm. Proses
  10.000

  10.000
  18.000


18.000

Persediaan Bahan Baku
    5.000

    5.000
    9.000


  9.000

Pembelian Bahan Baku
100.000

100.000





Biaya Tenaga Kerja Lgsg.
200.000

200.000





Biaya Tenaga Kerja Tak Lgsg.
  50.000

  50.000





Biaya Listrik dan Air
140.000

140.000





Biaya Bahan Habis Pakai
  30.000

  30.000





Biaya Penyst. Gedung Pabrik
120.000

120.000





Biaya Penyst. Mesin
  60.000

  60.000





Biaya Pemasaran
  40.000



40.000



Penjualan

1.500.000



1.500.000



……….
………..
715.000
  27.000




Harga Pokok Produksi



688.000







715.000
715.000





JURNAL PENUTUP

Jurnal penutup untuk perusahaan manufaktur berbeda dengan perusahaan dagang. Dalam perusahaan manufaktur, rekening Harga Pokok Produksi digunakan untuk menutup semua rekening yang akan dilaporkan di Skedul Harga Pokok Produksi. Saldo rekening ini kemudian ditransfer ke rekening Ikhtisar Rugi-Laba.



Contoh:

Des.
31












Harga Pokok Produksi
     Persediaan Barang Dalam Proses
     Persediaan Bahan Baku
     Pembelian Bahan Baku
     Biaya Tenaga Kerja Langsung
     Biaya Tenaga Kerja Tak Langsung
     Biaya Listrik dan Air
     Biaya Bahan Habis Pakai
     Biaya Penyusutan Gedung Pabrik
     Biaya Penyusutan Mesin
(untuk menutup rekening-rekening Persediaan Bahan Baku awal, Barang Dalam Proses awal, dan rekening-rekening Biaya produksi)
Rp    715.000

Rp     10.000
            5.000
        100.000
        200.000
          50.000
        140.000
          30.000
        120.000
          60.000

31
Persediaan Barang Dalam Proses
Persediaan Bahan Baku
     Harga Pokok Produksi
(untuk mencatat persediaan akhir barang dalam proses dan bahan baku)
Rp     18.000
            9.000


Rp      27.000

31
Persediaan Barang Jadi
Penjualan
     Ikhtisar Rugi-Laba
(untuk mencatat persediaan akhir barang jadi dan menutup rekening penjualan)
Rp      15.000
     1.500.000


Rp 1.515.000

31
Ikhtisar Rugi-Laba
     Persediaan Barang Jadi
     Harga Pokok Produksi
(untuk menutup rekening persediaan awal barang jadi dan harga pokok produksi)
Rp   700.000

Rp      12.000
        688.000

31
Ikhtisar Rugi-Laba
     Biaya Pemasaran
(untuk menutup biaya pemasaran)
Rp     40.000

Rp     40.000






Contoh Soal Dasar Akuntansi Perusahaan Manufaktur

Kasus 1.
Persediaan barang  dalam proses awal Rp. 40.000,Persediaan bahan baku awal Rp. 60.000 sedangkan bahan baku tersedia dipakai sebanyak Rp. 810.000 jumlah pemakaian bahan baku Rp. 785.000, BTKL Rp. 500.000
Biaya TKTL Rp. 220.000, bahan penolong Rp. 50.000, BOP lain2 Rp. 50.000,biaya asuransi mesin Rp. 12.000,biaya sewa gedung pabrik Rp. 160.000 dan biaya depresiasi mesin pabrik Rp, 50.000 sedangkan persediaan barang dalam proses akhir periode Rp. 30.000
Hitunglah besarnya Harga Pokok Produksinya.

Jawab:
Persediaan Barang Dalam Proses Awal                                  Rp.     40.000
Pemakaian Bahan baku:
            Persediaan bahan baku awal                   Rp.   60.000
            Pembelian bahan baku                              Rp. 750.000+
            Bahan baku tersedia dipakai                     Rp. 810.000
Persediaan baham baku akhir                  Rp.   25.000-
Pemakaian bahan baku                                               Rp. 785.000
     Biaya TKL                                                             Rp. 500.000
     BOP
            BTKTL                                                            Rp. 220.000
            Biaya Bahan Penolong                              Rp.   50.000
            BOP lainnya                                                 Rp.   50.000
            Biaya Asuransi Mesin                                 Rp.   12.000
            Biaya  sewa gedung pabrik                       Rp. 160.000
            Biaya penyusutan Mesin pabrik               Rp.   50.000+
                                                                                                Rp  542.000+
         Biaya Produksi                                                                        Rp.1.827.000+
Barang Siap Digunakan                                                                Rp.1.867.000
Persediaan Barang Dalam Proses Akhir                                               Rp.     30.000-
Harga Pokok Produksi                                                                Rp.1.837.000
                                                                                                           ==========

Kasus 2.
PT BSI memiliki Persediaan bahan baku  awal tahun atau  1 Januari 2010 Rp. 1.000.000,Pembelian bahan baku selama tahun 2010 Rp. 10.000.000  sedangkan persediaan akhir bahan baku per 31 desember 2010 Rp. 500.000
Pertanyaan:
a.   Hitunglah pemakaian bahan baku selama  tahun 2010
b.   Buatlah jurnal untuk mencatat transaksi yang berhubungan dengan bahan baku.




Jawab:
a.   Biaya pemakaian bahan baku
Persediaan bahan baku 1 Januari 2010                         Rp.   1.000.000
Pembelian selama 2010                                                    Rp. 10.000.000+
Bahan baku siap untuk dipakai                                        Rp. 11.000.000
Persediaan bahan baku per 31 desember 2010                       Rp.      500.000-
Biaya Pemakaian bahan baku tahun 2010                    Rp. 10.500.000

b.   Jurnal pembelian bahan baku
Pembelian                                        Rp. 10.000.000
            Kas/utang                                                                  Rp. 10.000.000

Jurnal pemindahan pembelian bahan baku ke persediaan bahan baku pada akhir periode (AJP)
Persediaan bahan baku                 Rp. 10.000.000
            Pembelian                                                                Rp. 10.000.000

Jurnal pemakaian bahan baku (AJP)
Persediaan barang DP                   Rp. 10.500.000
            Persediaan bahan baku                             Rp. 10.500.000


Kasus 3.
PT. BSI mengeluarkan biaya TKL selama 2010 sebesar Rp. 5.000.000
Buatlah jurnal pencatatan yang berhubungan dengan BTKL

     Jawab:
     Pada saat membayar BTKL
     Biaya gaji/upah                           Rp. 5.000.000
                        Kas                                                                             Rp. 5.000.000

     Pada saat akhir periode melalui AJP dipindahkan persediaan BDP
     Persediaan BDP                         Rp. 5.000.000
                        Biaya gaji/upah                                                        Rp. 5.000.000

Kasus 4.
PT.BSI membayar perskot asuransi mesin pabrik Rp. 40.000 untuk masa 2 tahun,BTKTL Rp. 500.000 yang belum dibayar per 31 desember 2010 Rp. 50.000,Biaya bahan penolong Rp. 100.000, biaya sewa gedung Rp. 400.000 80% dibebankan pabrik yang 20% dibebankan biaya kantor, BOP lainnya Rp. 25.000, Biaya penyusutan mesin pabrik  10% dari harga perolehan Rp. 1.000.000
Buatlah pencatatan yang dilakukan PT BSI berhubungan dengan BOP



Jawab:
Pada Saat pembayaran
a.   Porskot asuransi                              Rp.40.000
Kas                                                                             Rp. 40.000

b.   BTKTL                                                Rp.500.000
Kas                                                                             Rp. 500.000
    
c.   Biaya sewa gedung                                    Rp. 400.000
Kas                                                                             Rp. 400.000

d.   BOP lain2                                         Rp. 25.000
Kas                                                                             Rp. 25.000

e.   Jurnal AJP pembebanan kemasing2 jenis biaya
1.   Asuransi ½ x Rp. 40.000 = Rp. 20.000
Biaya Asuransi mesin pabrik                                            Rp. 20.000
            Porskot asuransi mesin pabrik                                          Rp. 20.000
       
2.   Biaya TK yang belum dibayar  Rp. 50.000
BTKTL                                                                                    Rp. 50.000
            Hutang BTKTL                                                                     Rp. 50.000

3.   Pembebanan Biaya BP Rp. 100.000
Biaya BP                                                                               Rp. 100.000
            Persediaan BP                                                                     Rp. 100.000

4.   Biaya sewa gedung pabrik 80% x Rp. 400.000 =          Rp. 320.000
Biaya sewa gedung kantor                                                            Rp.   80.000
Biaya sewa gedung pabrik                                                            Rp. 320.000
            Biaya sewa gedung                                                                        Rp. 400.000

5.   Biaya penyusutan mesin 10% x Rp. 1.000.000 =         Rp. 100.000
Biaya penyusutan mesin pabrik                                       Rp. 100.000
            Akumulasi penyusutan mesin pabrik                              Rp. 100.000

6.   BOP                                                                                       Rp. 1.115.000          
Biaya BP                                                                                           Rp.  100.000
BTKTL                                                                                                Rp.  550.000
Biaya asuransi mesin pabrik                                                         Rp.    20.000
BOP lain-lain                                                                                                Rp.    25.000
Biaya penyusutan mesin pabrik                                                   Rp.  100.000
Biaya sewa gedung pabrik                                                                        Rp.  320.000

7.   Persediaan barang dalam proses                                                Rp. 1.115.000
BOP                                                                                                    Rp. 1.115.000

Kasus 5.
Dari data kasus diatas jika persediaan awal barang  dalam proses Rp. 80.000  dan persediaan akhir barang  dalam proses Rp. 60.000  hitunglah Harga Pokok Produksinya



Jawab
Persediaan awal barang dalam proses                           Rp.       80.000
Biaya barang dalam proses                                               Rp 16.615.000 +
                                                                                                                        Rp.16.695.000
Persediaan akhir barang dalam proses                          Rp.       60.000 -        
Harga Pokok Produksi                                                                                Rp.16.635.000             
                                                                                                                        ============

Kasus 6.
Pada data PT. BSI diatas jika ditambahkan jumlah  persediaan awal barang jadi per 1 januari 2010  Rp. 200.000 dan persediaan akhir 31 Desember 2010  untuk barang jadi Rp. 100.000.
Hitunglah Harga Pokok Penjualannya

Jawab:
Persediaan awal barang jadi 1 januari 2010                                         Rp.       20.000
Harga Pokok Produksi                                                                                Rp.16.635.000+
                                                                                                                        Rp.16.655.000
Persediaan akhir barang jadi 31 desember 2010                                  Rp.    100.000 -        
Harga Pokok Penjualan                                                                           Rp.16.555.000             
                                                                                                                        ===========

























SOAL KASUS UNTU NERACA LAJUR PERUSAHAAN MANUFAKTUR

Data Keuangan untuk Neraca Saldo per 31 desember 2010 PT. BSI adalah sebaga berkut:
Kas                                                                             Rp.    100.000
Persediaan bahan baku                                         Rp.    120.000
Persediaan barang dalam proses                                    Rp.      80.000
Persediaan barag jadi                                             Rp.    200.000
Porskot asuransi                                                      Rp.      48.000
Mesin pabrik                                                             Rp. 1.000.000
Perabot kantor                                                          Rp.    200.000
Pembelian bahan baku                                          Rp. 1.500.000
Biaya BTKL                                                               Rp. 1.000.000
BTKTL                                                                        Rp.    400.000
Pemakaian Bahan penolong                                Rp.    100.000
Biaya sewa gedung                                                            Rp.    400.000
BOP lain2                                                                  Rp.    100.000
Biaya administrasi kantor                                       Rp.    200.000
Akumulasi penyusutan mesin pabrik                                          Rp.        100.000
Akumulasi penyusutan perabot kantor                                       Rp.          40.000
Modal saham                                                                                    Rp.     1.000.000
Laba ditahan                                                                                                Rp.        308.000
Penjualan                                                                                         Rp.      4.000.000
    Jumlah                                                      Rp. 5.448.000           Rp.     5.448.000
                                                                 ===========      =============

Data Untuk AJP adalah sebagai berikut:
1.   Porskot asuransi untuk mesin pabrik selama dua tahun . asuransi sampai dengan 31 desember 2011 dan dibayar per 1 januari 2010
2.   Biaya tenaga kerja tidak langsung yang belum dibayarkan sebanyak Rp. 40.000
3.   Sewa gedung untuk beban pabrik sebanyak 80% dan beban kantor 20%
4.   Mesin pabrik disusutkan 10% pertahun dan perabot  5% .masing2 harga perlehan dianggap tidak memiliki nilai residu
5.   Persediaan bahan baku 31desember  2010 senilai Rp. 50.000,persediaan barang dalam proses Rp. 60.000 dan persediaan barang jadi Rp. 100.000

Dari data diatas buatlah Work Sheet atau neraca lajur, harga pokok produksi,harga pokok penjualan,rugi laba ,neraca dan laporan laba ditahan  per 31 Desember 2010.

Jawab:
Ayat Jurnal Penyesuaian:
1.   Biaya Asuransi mesin pabrik                                Rp. 24.000
            Porskot/uangmuka asuransi                                             Rp. 24.000

2.   Biaya TKTL                                                   Rp. 40.000
Hutang BTKTL                                                                     Rp. 40.000
3.   Biaya sewa gedung pabrik                                    Rp. 320.000
Biaya sewa gedung kantor                                    Rp.   80.000
            Biaya sewa gedng                                                   Rp. 400.000

4.   Biaya penyusutan mesin pabrik               Rp. 100.000
Ak.Penyusutan mesin pabrik                                Rp. 100.000

5.   Biaya penyusutan perabot kantor                        Rp. 10.000
Ak. Penyusutan perabot kantor                            Rp. 10.000

6.   Persediaan  bahan baku                           Rp. 1.500.000
Pembelian bahan baku                                        Rp.1.500.000

7.   Biaya Overhead Pabrik                                          Rp. 1.084.000
BTKTL                                                                        Rp. 440.000
Biaya Bahan penolong                                          Rp. 100.000
BOP lain2                                                                  Rp. 100.000
Biaya Asuransi mesin pabrik                                Rp.   24.000
Biaya sewa gedung                                                            Rp. 320.000
Biaya Penyusutan Mesin Pabrik                          Rp. 100.000

8.   Persediaan barang dalam proses                        Rp. 1.570.000
Persediaan bahan baku                                         Rp. 1.570.000

9.   Persediaan Barang Dalam Proses                      Rp. 1.000.000
BTKL                                                                          Rp. 1.000.000

10. Persediaan Barang Dalam Proses                      Rp. 1.084.000
BOP                                                                            Rp. 1.084.000

11. Persediaan Barang Jadi                                        Rp. 3.674.000
Persediaan Barang Dalam Proses                       Rp. 3.674.000

12. HPP                                                                           Rp. 3.774.000
Persediaan Barang Jadi                                         Rp. 3.774.000











PT.BSI
Neraca Lajur ( Work Sheet )
Periode tahun 2010
Nama Rekening
NERACA SALDO
AJP
NSSD
RUGI LABA
Debit
Kredit
Debit
Kredit
Debit
Kredit
Debit
Kredit
Kas
  100000



100000



Persd Bahan Baku
  120000

1500000(6)
1570000 (8)
50000



Persd Barang Dalam Proses
80000

1570000(8)
1000000(9)
1084000(10)
3674000(11)
60000



Persediaan Barang Jadi
200000

3674000(11)
3774000(12)
100000



Porskot Asuransi.
48000


24000(1)
24000



Mesin Pabrik
1000000



1000000



Ak. Peny Mesin Pabrik

100000

100000(4)

200000


Perabot Kantor
200000



200000



Ak Peny. Perabot Kantor

40000

10000(5)

50000


Modal Saham

1000000



1000000


Laba Ditahan

308000



308000


Penjualan

4000000



4000000

4000000
Pembelian Bahan Baku
1500000


1500000(6)




BTKL
1000000


1000000(9)




BTKTL
400000


440000(7)




Biaya Bahan Penolong
100000


100000(7)




Biaya Sewa Gedung
400000


400000(3)




BOP lain2
100000


100000(7)




Biaya adm kantor
200000



200000

200000

Total
5448000
5448000






Biaya Asuransi mesin pabrik


24000(1)
24000(7)




TKTL Terhutang



40000(2)

40000


Biaya Sewa Gedung pabrik


320000(3)
320000(7)




Biaya sewa gedung kantor


80000(3)

80000

80000

Biaya Peny mesin Pabrik


100000(4)
100000(7)




Biaya Peny Perabot kantor


10000(5)

10000

10000

BOP


1084000(7)
1084000(10)




HPP


3774000(12)

3774000

3774000




14.260000
14260000
5598000
5598000
4064000
4000000








64000







4064000
4064000

Nama Rekening
RUGI LABA
NERACA


Debit
Kredit
Debit
Kredit


Kas


100000



Persd Bahan Baku


50000



Persd Barang Dalam Proses


60000



Persediaan Barang Jadi


100000



Porskot Asuransi.


24000



Mesin Pabrik


1000000



Ak. Peny Mesin Pabrik



200000


Perabot Kantor


200000



Ak Peny. Perabot Kantor



50000


Modal Saham



1000000


Laba Ditahan



308000


Penjualan

40000000




Pembelian Bahan Baku






BTKL






BTKTL






Biaya Bahan Penolong






Biaya Sewa Gedung






BOP lain2






Biaya adm kantor
200.000





Total






Biaya Asuransi mesin pabrik






TKTL Terhutang



40000


Biaya Sewa Gedung pabrik






Biaya sewa gedung kantor
80.000





Biaya Peny mesin Pabrik






Biaya Peny Perabot kantor
10.000





BOP






HPP
3.774.000






4.064.000
4.000.000
1.534.000
1.598.000




64.000
    64.000




4.064.000
4.064.000
1.598.000
1.598.000


















PT. BSI
Laporan  Harga  Pokok Produksi
Periode  31 Desember  2010
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Persediaan Barang Dalam Proses Awal                                                 Rp.     80.000
Pemakaian Bahan baku:
            Persediaan bahan baku awal       Rp   . 120.000
            Pembelian bahan baku                  Rp. 1.500.000+
            Bahan baku tersedia dipakai                     Rp. 1.620.000
Persediaan bahan baku akhir                         Rp.      50.000-
Pemakaian bahan baku                                                           Rp. 1,570.000
     Biaya TKL                                                                         Rp. 1.000.000
     BOP:
            BTKTL                                                                        Rp. 440.000
            Biaya Bahan Penolong                                          Rp. 100.000
            BOP lainnya                                                             Rp. 100.000
            Biaya Asuransi Mesin                                             Rp.   24.000
            Biaya  sewa gedung pabrik                                   Rp. 320.000
            Biaya penyusutan Mesin pabrik                           Rp. 100.000+
                                                                                                            Rp  1.084.000+
         Biaya Produksi                                                                                    Rp. 3.734.000
   Persediaan barang dalam proses akhir                                               Rp.      60.000-
   Harga Pokok Produksi                                                                          Rp. 3.674.000

                                                           











           
PT.BSI
Laporan Perhitungan Rugi Laba
Periode 31 Desember 2010
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Penjualan                                                                                                     Rp. 4.000.000
Harga Pokok Penjualan:
Persediaan Barang jadi awal                              Rp.    200.000
Harga Pokok Produksi                                         Rp. 3.674.000+
                                                                                    Rp. 3.874.000
Persediaan Barang jadi akhir                             Rp.    100.000-
Harga Pokok Penjualan                                                                           Rp. 3.774.000-
Laba Kotor                                                                                                   Rp.    226.000
Biaya Operasional:
Biaya Administrasi Kantor                                   Rp.    200.000
Biaya Sewa Gedung Kantor                                Rp.      80.000
Biaya Penyusutan Perabot kantor                    Rp.      10.000+
                                                                                                                        Rp.    290.000-
Rugi Operasional                                                                                       Rp.      64.000
                                                                                                            ===========



























PT.BSI
Neraca
Per 31 Desember 2010
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Aktva Lancar:
Kas                                                                                         Rp. 100.000
Persediaan:
Persediaan Bahan Baku              Rp.   50.000
Persediaan BDP                             Rp.   60.000
Persediaan Barang Jadi               Rp. 100.000+
                                                                                                Rp. 210.000
Porsekot asurasi                                                                Rp.   24.000+
Jumlah Aktiva Lancar                                                                               Rp. 334.000

Aktiva Tetap:
Mesin Pabrik                                    Rp. 1.000.000
Ak. Peny Mesin pabrik                  Rp.    200.000-
                                                                                                            Rp. 800.000
Perabot Kantor                               Rp.    200.000
Ak. Peny Perabot kantor              Rp.      50.000-
                                                                                                            Rp. 150.000+
Jumlah aktiva Tetap                                                                                  Rp950.000+
Jumlah Akiva                                                                                              Rp1.284.000
                                                                                                        ==========
Hutang lancar:
Hutang Biaya TKTL                                                                                  Rp.  40.000
Modal:
Modal Saham                                  Rp. 1.000.000
Laba Ditahan                                   Rp.    244.000+
Jumlah  Modal                                                                                            Rp. 1.244.000+
Jumlah Pasiva                                                                                           Rp. 1.284.000
                                                                                                            ============

PT.BSI
Laporan Laba Ditahan
Per 31 Desember 2010
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Laba Ditahan 1 Januari 2010                                                      Rp.         308.000
Rugi Tahun Berjalan                                                                     Rp.           64.000-
Laba Ditahan 31 Desember 2010                                               Rp.         244.000
                                                                                           ==============




PT.Nisa Mandiri  perusahaan yang bergerak  dibidang keramik pada tanggal   31  Desember  2010  memiliki   data   Neraca  Saldo sebagai berikut:

PT.Nisa Mandiri
Neraca Saldo
31 Desember 2010
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kas                                                                 Rp.      50.000
Persediaan bahan baku                             Rp.      60.000
Persediaan barang dalam proses                        Rp.      40.000
Persediaan barag jadi                                 Rp.    100.000
Porskot asuransi                                          Rp.      24.000
Mesin pabrik                                                 Rp.    500.000
Perabot kantor                                              Rp.    100.000
Pembelian bahan baku                              Rp.    750.000
Biaya BTKL                                                   Rp.    500.000
BTKTL                                                            Rp.    200.000
Pemakaian Bahan penolong                    Rp.      50.000
Biaya sewa gedung                                                Rp.    200.000
BOP lain2                                                      Rp.      50.000
Biaya administrasi kantor                           Rp.    100.000
Akumulasi penyusutan mesin pabrik                                          Rp.        50.000
Akumulasi penyusutan perabot kantor                                       Rp.        20.000
Modal saham                                                                                    Rp.      500.000
Laba ditahan                                                                                                Rp.      154.000
Penjualan                                                                             __        Rp.   2.000.000+
    Jumlah                                                      Rp. 2.724.000           Rp.    2.724.000
                                                                 ===========      ============

Data Untuk AJP adalah sebagai berikut:
1.   Porskot asuransi untuk mesin pabrik selama dua tahun . asuransi
sampai dengan 31 desember 2011 dan dibayar per 1 januari 2010
2.   BTKTL yang belum dibayarkan sebanyak Rp. 30.000
3.   Sewa gedung untuk beban pabrik sebanyak 70% dan beban kantor
 30%
4.   Mesin pabrik disusutkan 15% pertahun dan perabot  10 % .masing2
     harga perlehan dianggap tidak memiliki nilai residu
5.   Persediaan bahan baku per  31desember  2010 senilai    Rp30.000,
persediaan barang dalam proses Rp. 40.000 dan persediaan barang jadi Rp. 75.000

Dari data diatas buatlah Work Sheet atau neraca lajur, harga pokok produksi,harga pokok penjualan, rugi laba, neraca dan laporan laba ditahan  per 31 Desember 2010.